Tuesday 13 August 2019

Equity Index Fund Monthly Performance (Juli 2019)

Kinerja Reksadana Saham Indeks Fund di MAX Fund masih memberikan kinerja  positif dalam 1 tahun  terakhir (Juli 2018 – Juli 2019), sementara kinerja IHSG dalam setahun terakhir tercatat sebesar 7.64% di akhir Juli 2019 dan ditutup di level 6,390.50  Meskipun pasar bergerak sideways selama bulan Juli 2019 namun sebagian Index sektoral berkinerja positif, kenaikan terbesar terjadi di Sektor Basic Industri (+7.73%), Property(+2.28%), Trade(+1.55%) dan Sektor Finance(+1.37%) sedangkan sektor Mining (-4.64%), Misc industri(-4.13%) dan Agriculture(-3.32%) menahan laju kenaikan dan mengkonfirmasi fase sideway pergerakan IHSG. Investor Asing sepanjang Juli 2019 melakukan Penjualan bersih (Net Sell) sebesar Rp 256.96 Miliar di keseluruhan pasar saham dengan rerata transaksi harian IHSG sebesar Rp8.47 Triliun.

Berikut ini adalah Grafik Kinerja Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari kelima Reksadana Saham Indeks sepanjang periode  Januari 2019 hingga akhir Juli 2019.

Berikut ini adalah Grafik Dana kelolaan (Asset Under Management) dari kelima Reksadana Saham Indeks sepanjang periode Januari 2018 hingga Mei 2019.

Hingga akhir Juni 2019 AUM Reksadana RHB SRI Kehati Indeks tercatat mengalami penurunan -5.89% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan AUM Reksadana Principal IDX30 mengalami kenaikan sebesar 2.39%, dan AUM Reksadana Avrist IDX30 tercatat naik sebesar 4.14%, AUM Reksadana Danareksa Indeks Syariah tercatat turun sebesar -1.51% dan AUM Reksadana Kresna Indeks 45 meningkat sebesar 3.73% dibandingkan bulan sebelumnya.

 

Sepanjang Juli 2019 kinerja Index IDX30, JII dan LQ45 tumbuh lebih baik dari IHSG dan Indeks Reksadana saham secara keseluruhan, sementara kinerja Indeks SRIKEHATI tumbuh lebih rendah dari IHSG.

 


Sepanjang Januari – Juli 2019 kinerja indeks SRIKEHATI secara Trend RSC masih memberikan kinerja yang lebih baik terhadap IHSG meskipun terjadi beberapa kali pelemahan kinerja (dibulan Februari & Mei 2019) dibawah kinerja IHSG namun hal tersebut merupakan peluang bagi investor untuk untuk melakukan entry point pada reksadana saham berbasis Indeks SRIKEHATI.   

 


Sepanjang Januari – Juli 2019 kinerja indeks IDX30 secara Trend RSC masih memberikan kinerja yang baik terhadap IHSG meskipun terjadi beberapa kali pelemahan ( di bulan Februari & Mei 2019) terhadap IHSG  namun hal tersebut merupakan peluang bagi investor untuk untuk melakukan entry point pada reksadana saham berbasis Indeks IDX30. Indeks IDX30 terdiri dari 30 saham dengan kapitalisasi terbesar dan terlikuid dalam Indeks LQ45.

 


Sepanjang Januari – Juli 2019 kinerja indeks LQ45 secara trend RSC masih memberikan kinerja yang baik terhadap IHSG meskipun terjadi beberapa kali pelemahan kinerja (di bulan Februari & Mei 2019) lebih rendah dari kinerja IHSG  namun hal tersebut merupakan peluang bagi investor untuk melakukan entry point pada reksadana saham berbasis Indeks LQ45 ini. Kinerja Indeks LQ45 tidak jauh berbeda dengan kinerja Indeks IDX30 mengingat saham saham dalam indeks IDX30 merupakan konstituen dalam indeks LQ45.   

 

 


 

Sejak 2016 hingga semester pertama 2019 Indeks SRIKEHATI dan IDX30 masih menjadi Top performance dengan kinerja tertinggi terutama di tahun tahun periode Pasar Bullish ( tahun 2016 & 2017) sementara di tahun dengan periode Pasar Bearish Indeks SRIKEHATI  mampu bertahan dengan penurunan yang tidak terlalu jauh dari Indeks Harga Saham Gabungan (tahun 2018). Ini memberikan kesimpulan bahwa investasi pada Reksadana Saham Indeks (Equity Indeks Fund) dapat menjadi alternatif utama bagi investor dengan Risk Profile tinggi yang menginginkan kinerja investasi dengan imbal hasil tinggi namun dengan effort yang realtif rendah (passive investing) dan hal ini sangat memungkinkan dilakukan dalam iklim makro ekonomi yang kondusif.  

Ke depan diperkirakan kinerja Reksadana Saham Indeks masih akan memberikan kinerja positif meskipun ketidakpastian di pasar keuangan global & Eskalasi perang dagang antara AS – China meningkat yang memicu pelemahan mata uang China (Yuan) masih menjadi sentiment negatif eksternal di pasar saham domestik namun Stance kebijakan Moneter negara-negara maju yang cenderung longgar di tahun 2019, Inflasi yang relatif rendah dan volatilitas Rupiah yang relatif terjaga diharapkan masih menjadi katalis positif bagi investor untuk berinvestasi di Pasar Modal  terutama Reksadana Saham Index Fund.     

Widiarto Wibowo

Investment Specialist

Fund Services Team  (Max Fund)

(widiarto@miraeasset.co.id)


Mohon Tunggu Sedang Memuat Halaman...