Wednesday 10 July 2019

Equity Index Fund Monthly Performance

Sepanjang bulan Juni 2019 kinerja Reksadana Equity Index Fund di MAXFund mengalami kenaikan signifikan seiring  kinerja positif Index acuannya, Index SRI KEHATI tercatat naik sebesar +4.28% dan Index IDX30 tercatat tumbuh +2.91%, sementara IHSG tercatat naik +2.41% ke level 6,358.63 Sebagian besar Index sektoral berkinerja positif, kenaikan terbesar terjadi di Sektor Property (+6.25%), Infrastructure(+5.25%), Finance(+4.23%) dan Sektor Mining(+4.01%) hanya sektor Consumer (-2.12%) dan  sektor Manufacture (-0.70%) yang menahan laju kenaikan IHSG yang bergerak Bullish sepanjang Juni 2019.

Dari sisi eksternal eskalasi ketegangan perdagangan AS dan China, ketidakpastian di pasar keuangan global cenderung meningkat dan mendorong peralihan modal dari negara Berkembang ke negara Maju (flight to Quality), namun melambatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara maju mendorong kebijakan moneter yang cenderung longgar sehingga memberikan dampak positif terhadap negara berkembang. Di sisi Internal Pertumbuhan ekonomi 2Q2019 diperkirakan mulai melambat akibat penurunan kinerja ekspor disebabkan  turunnya harga komoditas ekspor indonesia dan terbatasnya permintaan global, Nilai tukar rupiah yang menguat pada Juni 2019, inflasi yang relatif rendah serta tingginya daya tarik aset keuangan domestik masih tetap menjadi katalis positif dalam berinvestasi di pasar modal.     


Berikut ini adalah Grafik Kinerja Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari ketiga Reksadana  tersebut sepanjang periode 2 Januari 2018 hingga 28 juni 2019. 
 
Grafik Dana kelolaan (Asset Under Management) dari ketiga reksadana tersebut sepanjang periode Januari 2018 hingga Mei 2019.
 

Januari hingga Mei 2019 dana kelolaan (AUM) Reksadana RHB SRI Kehati Index Fund tercatat mengalami kenaikan signifikan hingga Rp207 miliar, sedangkan AUM Reksadana Principal Index IDX30 dan Avrist IDX30 masing masing tercatat Rp 146.79 miliar dan Rp 65.55 Miliar di bulanMei 2019.


Ketiga Reksadana Index Fund diatas dikelola secara passive portfolio management dengan komposisi portfolio saham mengikuti komposisi dari Index IDX30 & Index SRIKEHATI sehingga kinerja Reksadana tersebut akan mendekati kinerja Index acuannya masing masing. Konsep diversifikasi pada portfolio investasi untuk meminimalkan resiko kerugian investasi tentunya otomatis sudah melekat saat investor membeli reksadana saham Index Fund ini sehingga reksadana saham (Indeks Fund) ini sangat bermanfaat sebagai investasi  dengan  jangka waktu  menengah hingga jangka panjang dengan asumsi bahwa secara jangka panjang kinerja pasar (index saham) akan mengalahkan kinerja individual saham.   


Sustainable and Responsible Investment (SRI)KEHATI Indeks terdiri dari 25 saham yang ditetap oleh Yayasan KEHATI (Keanekaragaman Hayati) dengan kriteria Positive Business Aspect & Green Environment, Profitable & Positive Financial Aspect, Good Corporate Governance  & Corporate Social Responsibility. Setiap tahun Emiten di bursa efek akan dievaluasi dibulan April dan Oktober oleh Yayasan KEHATI dan ditetapkan perusahaan (emiten) mana  yang masuk atau keluar dari indeks SRIKEHATI kemudian diumumkan kepada investor melalui Bursa efek Indonesia (BEI).  


Indeks IDX30 merupakan indeks yang terdiri dari 30 saham yang merupakan saham saham dalam indeks LQ45 dengan likuiditas dan kapitalisasi terbaik dimana Indeks IDX30 oleh pihak BEI diharapkan menjadi Benchmark bagi investor untuk berinvestasi di saham saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar yang besar, juga sebagai Benchmark underlying asset bagi produk produk seperti Derivatif, ETF  dan Reksadana Saham Indeks . Setiap tahun sebanyak 2 kali Bursa Efek Indonesia (BEI) mengkaji ulang saham saham yang ada di Indeks IDX30 dibulan Februari dan Agustus.  

SRIKEHATI Index Relative Strength Comparative terhadap IHSG, Jakarta Islamic Index(JII) & LQ45 Index
 
Grafik : Daily Chart  Indeks SRI KEHATI dan Indicator Relative Strength Comparative


Indeks SRIKEHATI Sepanjang Semester pertama 2019 secara Relative Strength Comparative menunjukkan kinerja outperform terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibulan Januari, Maret, April dan Juni 2019, terhadap Jakarta Islamic Indeks (JII) Indeks SRI KEHATI outperform sepanjang Maret hingga Juni 2019, dan dengan Index LQ45, Index SRI KEHATI outperform di bulan Maret, April dan Juni 2019. 
 
Grafik : Kinerja Indeks SRI KEHATI vs IHSG Januari – Juni 2019


IDX30 Index Relative Strength Comparative terhadap IHSG, Jakarta Islamic Index(JII) & LQ45 Index
 
Grafik : Daily Chart  Indeks IDX30 dan Indicator Relative Strength Comparative


Indeks IDX30 Sepanjang Semester pertama 2019 secara relative Strength Comparative menunjukkan kinerja Outperform terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibulan Maret, April hingga akhir Juni 2019, Indeks IDX30 Outperform  terhadap Jakarta Islamic Indeks (JII) sejak Maret hingga Juni 2019, sedangkan terhadap Indeks LQ45 Indeks IDX30 Outperform hanya dibulan April hingga pertengahan Mei 2019.
 
Grafik : Kinerja Indeks IDX30 vs IHSG  Januari – Juni 2019

 
Grafik : Kinerja tahunan  Indeks di Bursa Efek Indonesia sepanjang  2016 – Juni 2019


Sejak 2016 hingga semester pertama 2019 Indeks SRIKEHATI dan IDX30 masih menjadi top performance dengan kinerja tertinggi terutama di tahun tahun periode pasar Bullish ( tahun 2016 & 2017) sementara di tahun dengan periode pasar Bearish indeks SRIKEHATI  mampu bertahan dengan penurunan yang tidak terlalu jauh dari indeks harga saham gabungan (tahun 2018). Ini memberikan kesimpulan bahwa investasi pada Reksadana Saham (Indeks Fund) dapat menjadi alternatif utama bagi investor dengan Risk Profile tinggi yang menginginkan kinerja investasi dengan imbal hasil tinggi namun dengan effort yang rendah (passive investing) dan hal ini sangat memungkinkan dilakukan dalam kondisi makro ekonomi yang kondusif.   


Ke depan diperkirakan kinerja Reksadana saham Index fund masih akan memberikan kinerja positif meskipun ketidakpastian di pasar keuangan global dan eskalasi ketegangan perdagangan AS – China masih menjadi sentiment negatif eksternal di pasar saham  namun Stance kebijakan Moneter negara-negara maju yang cenderung longgar di tahun 2019, Prospek perekonomian domestik yang kondusif, Inflasi dan Rupiah yang relatif stabil diharapkan masih menjadi katalis positif bagi investor untuk berinvestasi di Pasar Modal  terutama Reksadana Saham Index Fund.     

Widiarto Wibowo
Investment Specialist 
Fund Services Team (Max Fund)
(widiarto@miraeasset.co.id)


Mohon Tunggu Sedang Memuat Halaman...